Senin, 04 April 2016

Mendaki Gunung Pulosari Pandeglang Banten

Gunung Pulosari terletak di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Gunung yang memiliki ketinggian 1346 mdpl ini bisa menjadi rekomendasi untuk para pendaki, terutama pendaki pemula. Gunung Pulosari juga bersebelahan dengan gunung Karang yang juga berada di Pandeglang. Berbicara tentang gunung ini sudah bukan menjadi rahasia umum lagi jika gunung ini sangat banyak diminati oleh para pendaki, baik yang berasal dari dalam provinsi Banten maupun dari luar provinsi Banten. Bisa dikatakan jika gunung Pulosari ini merupakan gunung yang paling indah dengan panorama puncakya yang ada di provinsi Banten.

                                                    Gn. Pulosari dari kejauhan

Ada banyak daya tarik dari gunung ini sehingga banyak diminati oleh para pendaki walaupun gunung ini hanya memiliki ketinggian yang cukup pendek dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya yang ada di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Mulai dari curug atau air terjun, kawahnya yang masih aktif, serta ekosistem flora dan faunanya yang masih terjaga dengan baik sehingga gunung ini memiliki daya tarik tersendiri.

Untuk bisa mencapai ke lokasi gunung Pulosari, bagi anda yang berasal dari luar Banten terutama jika anda dari Jakarta untuk bisa mencapai lokasi ini, harus terlebih dahulu melewati wilayah Kota/Kabupaten Serang. Lokasi gunung ini dapat dicapai dengan akses kendaraan roda dua ataupun roda empat. Jika naik kendaraan pribadi melewati rute tol Jakarta-Merak kemudian exit di tol Serang Timur. Setelah exit tol Serang Timur rute berikutnya putar balik di kawasan Patung Kota Serang, ambil jalur sebelah kanan. Ikuti jalan sampai menemukan perempatan lampu merah Ciceri/Carrefour Serang belok kiri menuju kawasan Kebun Jahe Kota Serang. Tiba di lampu merah Kebun Jahe kemudian belok kiri menuju jalan raya Serang-Pandeglang.

Rute berikutnya setelah melewati jalan raya Serang-Pandeglang, kita akan melewati wilayah Kecamatan Baros lurus terus sampai melewati pasar Pandeglang dan kita akan tiba di alun-alun Kota Pandeglang. Tiba di alun-alun Kota Pandeglang belok kanan ke arah jalan raya Labuan/Saketi. Lurus terus sampai kita tiba di pertigaan Mengger. Jika ke kiri kita akan ke arah Saketi/Malingping juga ke Labuan, namun kita lurus terus dengan tujuan gunung Pulosari. Setelah kita melewati pertigaan Mengger, kita akan melewati wilayah Mandalawangi dengan panorama gunung Karang di sebelah kanan kita. Setelah itu, kita akan melewati Pasar Pari Mandalawangi. Semakin dekat dengan yang dituju dengan  kira-kira waktu tempuh menuju gerbang gunung Pulosari 10 menit dari Pasar Pari. Gerbang untuk menuju basecamp/tempat parkir kendaraan kita ada di sebelah kiri jalan. Bagi yang menggunakan kendaraan seperti bis umum atau motor patokannya adalah terminal bis Pakupatan. Setelah itu naik bis kembali dengan  tujuan Labuan turun di pertigaan Mengger. Kemudian naik angkot ke gunung Pulosari. Bagi pengendara motor setelah sampai di terminal Pakupatan Kota Serang kemudian lurus terus sampai menemukan perempatan Ciceri dengan rute berikutnya sama seperti yang ane jelaskan di atas.


                                                           Gerbang Gn. Pulosari

Tiba di gerbang selanjutnya kita menuju tempat parkir kendaraan yang ada di kaki gunung Pulosari. Jarak tempuh menuju tempat area parkir hanya sekitar 5 menit dari gerbang. Panorama persawahan dan juga gunung Pulosari dan gunung Karang yang saling berhadapan, memberikan kenyamanan dan kesejukan. Tiba di tempat parkir kendaraan, kita bisa memarkirkan kendaraan yang kita bawa.

Kendaraan sudah terparkir langsung kita menuju pos 1. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk tiba di pos 1 dengan kondisi trek yang masih cukup mudah untuk dilewati. Sampai di pos 1, kita harus melakukan proses simaksi terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendakian. Retribusi sebesar Rp 10.000 untuk biaya perawatan hutan dan alam gunung Pulosari. Setelah simaksi selesai kita lanjutkan pendakian dari pos 1 dengan rute berikutnya yaitu curug Putri. Sekitar 30 menit kemudian kita akan tiba di curug Putri. Lokasi ini bisa digunakan untuk mengambil air untuk perbekalan kita menuju puncak. Sumber air di gunung Pulosari tersedia di curug Putri,area Kawah dan juga di puncak. Bagi anda yang mau melakukan kegiatan pemandian bisa langsung mandi di curug ini, namun ane lebih memilih untuk melanjutkan pendakian dan memilih untuk mandi di curug ini setelah turun gunung keesokan harinya.

                                                                          Curug Putri Gn. Pulosari

Lanjut pendakian setelah tiba di curug Putri kita akan melewati tebing  yang ada di sebelah kanan yang lumayan curam dengan kemiringannya mencapai 45 derajat bahkan lebih. Beruntung tebingnya sudah difasilitasi dengan bambu buatan yang dapat memudahkan aktivitas pendakian. Satu jam dari curug  Putri dengan trek yang semakin menantang akhirnya kita tiba di kawah Pulosari. Kawah ini masih aktif sehingga di area ini bau belerangnya sangat menyengat. Uniknya di sekitar area kawah ini terdapat banyak warung pedagang dengan berbagai macam barang dagangannya yang dapat mengisi kekosongan perut para pendaki. Area kawah ini juga dapat dijadikan sebagai tempat ngecamp para pendaki. Bahkan faktanya lebih banyak pendaki yang lebih memilih untuk ngecamp di area kawah ini, karena area kawah ini sangat luas ketimbang dengan di puncak yang hanya memiliki sedikit ruang untuk camp para pendaki. Namun, ane lebih memilih untuk ngecamp di puncak.

                                                           Kawah Gn. Pulosari

Setelah satu jam ishoma, kami memutuskan untuk kembali meneruskan pendakian menuju puncak. Kejutan sudah ada di depan mata hehehe. Tebing-tebing curam sudah siap menyapa para pendaki yang akan menuju puncak. Kondisi trek nya sangat mirip dengan trek gunung Gede via gunung putri. Bahkan bisa dikatakan di sini sedikit lebih ekstrim. Kondisi hujan serta kabut yang menebal, mengiringi langkah kaki kami menuju puncak. Jalan tanah licin yang basah akibat hujan,serta disebelah kanan jalur yang langsung terhubung menuju jurang membuat kita lupa jika gunung yang kita daki adalah gunung Pulosari. Tidak ada alasan untuk meremehkan gunung ini hanya karena memiliki ketinggian yang tidak seberapa. Kondisi trek nya sudah cukup menjadi alasan untuk kita tidak meremehkannya. Berdoa dalam lubuk hati dan dengan sedikit sikap kehati-hatian, kami merambat jalur ini sedikit demi sedikit untuk segera tiba di puncak. Alhamdulillah, setelah satu jam pendakian yang cukup melelahkan dan menegangkan, akhirnya kami sampai di puncak tertinggi Pulosari. Musim hujan mengiringi pendakian kami ke sini. Sampai di puncak hujan pun turun dengan derasnya. Setelah hujan berhenti, kami pun membuka tenda untuk segera dijadikan tempat ngecamp kami. Waktu itu kami tiba di puncak sekitar pukul 14.30 WIB dengan harapan dapat melihat panorama sunset dari puncak Pulosari. Akan tetapi, kabut yang semakin menebal disertai dengan kembali turunnya rintik hujan, membuat harapan kami menjadi tidak terlaksana. Semoga esok hari sunrise bisa menjadi obat pelipur lara, itu harapan kami.

Mungkin karena memang kita yang salah dalam memilih waktu musim hujan untuk pendakian, sepertinya kembali akan membuyarkan harapan kami untuk melihat proses matahari terbit dipagi hari. Kabut yang semakin menebal semakin membuat kekecewaan kami juga semakin menebal hihihi. Butuh waktu sampai sekitar jam 07.00 akhirnya kabut menghilang. Subhanallah, akhirnya kita bisa menghapus kekecewaan setelah melihat panorama yang ada di depan mata kita. Hamparan gunung Karang dengan awan lembut di sekitar puncaknya terpampang jelas dihadapan kita. Panorama dari puncak gunung Pulosari ialah gunung Karang, Kota/Kabupaten Pandeglang dan juga laut selat Sunda terlihat jelas dari sini. Keindahan di puncak Pulosari ini hanya bertahan 15 menit karena kabut kembali hadir menutupi semua keindahan panorama yang baru saja kami nikmati. Tetap tidak lupa bersyukur karena kami sempat menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang tidak akan ada tandingannya.


                                                                   Panorama dari puncak Gn.Pulosari


Tim kecil ane hihi

Demikian ekspedisi kecil kami, semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi pencerahan buat para pendaki yang khususnya ingin mendaki ke gunung Pulosari. Perjalanan kami ini dilaksanakan pada tanggal 07-08 Februari 2016. Mohon maaf jika ada kekurangan, see u next trip. Salam dari kami, salam lestari!!! Sedikit quote dari ane, semoga bisa menginspirasi hehehe

       "Jika kita tidak bisa memberi, setidaknya kita menjaganya agar tetap lestari."
 


5 komentar: