Minggu, 14 Agustus 2016

Pendakian Gunung Semeru Dari Jakarta

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl dan salah satu gunung api yang paling aktif. Dalam kurun waktu 20 menit sekali mengeluarkan abu vulkanik berwarna pekat dan pasir. Posisi letaknya berada diantara wilayah Administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Dilihat dari kejauhan, Gunung Semeru menunjukkan bantuk kerucut yang sempurna, tetapi saat berada di puncak gunung tersebut berbentuk kubah yang luas dengan medan beralun disetiap tebingnya.

Puncak Gn. Semeru

Perjalanan kami ke Gunung Semeru pada tanggal 17-22 Juli 2016 dimulai dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Tim kami terdiri dari empat orang (1 orang lagi ketemu di Malang). Hari Minggu, 17 Juli pukul 11.00 WIB kereta yang kami tumpangi berangkat menuju Malang. Menempuh perjalanan selama 17 jam, kami tiba di Stasiun Malang pada Senin pagi pukul 04.00 WIB. Istirahat sejenak untuk kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh masih di sekitar Stasiun Malang. Pukul 05.30 pagi kami bergegas meninggalkan Stasiun Malang, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju basecamp Pasar Tumpang, Malang. Dengan menumpang angkot yang sudah menunggu di depan Stasiun Malang. Perjalanan dari Stasiun Malang menuju Pasar Tumpang memakan waktu sekitar 20 menit. Pasar Tumpang merupakan sebuah basecamp/tempat berkumpulnya para pendaki sebelum memulai perjalanan menuju basecamp Ranupani, Gunung Semeru. Dari Pasar Tumpang kita bisa menumpangi mobil jeef yang sudah banyak tersedia bagi para pendaki yang ingin menuju ke kawasan Bromo, Tengger, Semeru (BTS). Dengan biaya 65rb per orang dengan kapasitas maksimal 12 orang, rombongan kami berangkat menuju basecamp Ranupani pukul 11.00 dengan waktu tempuh 90 menit. Melewati area perbukitan, Bromo dan beberapa Cuban (air terjun).


Basecamp Pasar Tumpang, Malang

Bromo, Rute Menuju Ranupani

Pukul 14.00 kami sampai di basecamp Ranupani untuk kemudian melengkapi syarat registrasi sebelum memulai pendakian. Setelah proses registrasi selesai, tim kami diarahkan oleh pihak ranger untuk mengikuti briefing terlebih dahulu. Pukul 16.00 kami memulai perjalanan kami dari Ranupani dengan tujuan Ranukumbolo sebagai tepat ngecamp pertama kami. Diawali dengan trek landai sedikit menanjak dengan pemandangan kawasan perladangan warga sekitar . Setelah itu kita akan memasuki kawasan perhutanan (Watu Rejeng) dengan trek semakin menanjak. Jarak dari Ranupani ke Watu Rejeng sekitar 5 Km dengan waktu tempuh 2 jam dengan kondisi trek yang semakin tertutup rapat oleh pohon-pohon, dengan medan jalan yang hanya setapak dan menanjak. Dari Watu Rejeng perjalanan dilanjutkan sejauh 5 Km menuju Ranukumbolo dengan waktu tempuh 2 jam. Jarak dari Ranupani-Ranukumbolo sekitar 10 Km dengan waktu tempuh 4 jam. Pukul 20.15 kami tiba di Ranukumbolo dan memutuskan untuk bermalam disini.

Pagi hari seperti biasa Ranukumbolo diselimuti kabut. Tetapi, sekitar pukul 08.00-09.00 pagi kabut semakin menghilang dan kecantikan Ranukumbolo terpapar jelas dihadapan kami. Setelah cukup beristirahat dengan diisi sarapan pagi dan tentunya berfoto, kami melanjutkan perjalanan menuju ke pos tujuan kami berikutnya, yakni Kalimati sekitar pukul 10.00 pagi.

Ranukumbolo (2.400 mdpl)

Sarapan pagi di Ranukumbolo

Dari Ranukumbolo kita akan melewati Tanjakan Cinta, yang merupakan tanjakan legendaris bagi para pendaki yang cukup menguras tenaga. Setelah melewati Tanjakan Cinta, selanjutnya kami melewati Savana Oro-oro Ombo. Daerah ini merupakan padang rumput dengan luas kurang lebih 100 Ha berada pada sebuah lembah yang dikelilingi bukit-bukit. Savana Oro-oro Ombo banyak ditumbuhi oleh tanaman Bunga Verbena Brasiliesis yang belakangan ini menjadi kontoversi. Bunga Instagenic cantik yang mirip dengan Bunga Lavender ini memiliki sifat hama karena karakteristik bunga ini yang menyerap banyak air dengan cepat dan dapat mengancam ekologi dari bunga-bunga di sekitarnya seperti bunga Edelweis. Ketika kami di briefing pun, para ranger memperkenankan bagi setiap pendaki yang ingin memetik bunga ini, asalkan jangan dibuang begitu saja.


Tanjakan Cinta

Oro-oro Ombo

Perjalanan diteruskan menuju Cemoro Kandang kemudian dilanjutkan menuju pos Jambangan. Jika cuaca sedang cerah dan tidak diselimuti kabut, dari pos Jambangan, penampakan puncak Mahameru sudah dapat terlihat. Dari Jambangan selanjutnya menuju Kalimati dengan kondisi trek yang landai. Pukul 14.30 kami pun sampai di pos Kalimati. Kalimati merupakan area terbuka/lembah yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan berada tepat di bawah puncak Mahameru. Di pos Kalimati juga terdapat banyak bunga Edelweis dan juga sumber air. Kalimati sekilas nampak seperti Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede. Kami pun memutuskan untuk kembali bermalam di Kalimati, untuk kemudian summit attack menuju Puncak Mahameru esok pagi dinihari.

Kalimati
Pukul 00.15 pagi dinihari dari Kalimati kita menuju ke Arcopodo. Arcopodo merupakan daerah yang berada di lereng puncak Gunung Semeru dan dapat digunakan untuk mendirikan tenda. Namun, disini hanya cukup untuk sedikit tenda sehingga lebih direkomendasikan untuk bermalam di Kalimati saja. Arcopodo merupakan area/kawasan yang menjadi batas akhir vegetasi Gunung Semeru. Setelah itu trek didominasi oleh trek berpasir dengan kemiringan 60-70 derajat. Diperlukan kewaspadaan khusus dalam melewati medan ini karena selain licin, juga banyak batu-batu yang longsor oleh angin atau pendaki lain yang ada di atas kita. Pukul 04.30 pagi, kami pun sampai di puncak tertinggi Gunung Semeru. Kami tiba terlalu cepat dari perkiraan, sehingga harus menunggu matahari terbit lebih lama lagi. Dengan kodisi dinginnya puncak Mahameru pagi itu, sehingga membuat tubuh kami semakin terasa sakit. Namun, dibalik itu semua kami bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan langka ini. Semua rasa lelah kami, terbayar lunas ketika kami sudah tiba di puncak Mahameru.
Menjelang sunrise

Puncak Mahameru





Abu Vulkanik Gn. Semeru
Abu vulkanik Gn. Semeru

Mahameru (view Bromo)




Itinerary :
*Kereta Api ekonomi Matamarja St.Pasar Senen-St.Malang 160rb (harga dapat berubah) : 17 Jam

*Mobil angkot dari St.Malang-Bsc.Pasar Tumpang 20-30rb (tergantung jumlah orang) : 20 menit

*Jeef dari Pasar Tumpang-Bsc,Ranupani 65rb (maksimal 12 orang) : 1 jam 30 menit

*Tiket masuk Gunung Semeru : -Rp 17.500 (hari kerja),
                                                    -Rp 22.500 (hari libur)

*Ranupani-Ranukumbolo (10 Km) : 3-4 jam
Dengan trek awal kawasan perladangan, kemudian mulai menanjak jalan setapak tertutup oleh 
pohon-pohon. Akan melewati Pos 1-4, dan beberapa shelter kecil.

*Ranukumbolo-Cemoro Kandang : 1 jam 15 menit
Melewati Tanjakan Cinta, Savana Oro-oro Ombo.

*Cemoro Kandang-Jambangan : 1 jam 15 menit
Trek landai cenderung menanjak, rimbun masih ditutupi pohon.

*Jambangan-Kalimati : 30 menit
Trek landai, dan mulai terbuka.

*Kalimati-Arcopodo : 90 menit
Trek menanjak, rapat akan tanaman dan pohon-pohon.

*Arcopodo-Puncak : 2 jam 30 menit
Trek berpasir dengan kemiringan 60-70 derajat.

Total waktu tempuh menuju puncak : 11 jam
(Belum dihitung waktu istirahat dan bermalam)

Perlu dicatat :
- Siapkan surat keterangan dokter asli dan fotokopi 3 lbr.
-Saat briefing sebenarnya tidak dianjurkan untuk sampai puncak, hanya sampai Kalimati. Namun itu semua kembali ke diri kita masing-masing. Sekiranya tidak memungkinkan untuk muncak karena cuaca atau sebagainya, sebaiknya tidak dilanjutkan. Nyatanya, tetap banyak pendaki yang melanjutkan sampai puncak termasuk ane hehe.

*Cek di Instagram @denttryan, untuk foto-foto dan juga video yang lainnya. Jangan lupa difollow, thanks :D

20 komentar:

  1. siiip, tx data tripnya ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Terima kasih kembali sudah berkunjung di blog saya :)

      Hapus
  2. kalo untuk tiket masuk itu bisa on the spot atau harus registrasi dulu sebelumnya ? ada maksimal kuota pendaki gak gan ? seperti di gn.gede / pangrango.
    thx.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo skrg sudah seperti Gede Pangrango, harus booking online dlu mas. Batas kuota pendakian sebanyak 600 pendaki/ hari.

      Hapus
    2. Klo skrg sudah seperti Gede Pangrango, harus booking online dlu mas. Batas kuota pendakian sebanyak 600 pendaki/ hari.

      Hapus
  3. Kalo misal pergi sendiri... nanti kalo naik jeefnya bsa gabung sama klp lain gak bang...?

    BalasHapus
  4. Bisa dong bro, tunggu sampai 13 orang dalam 1 rombongan. Baru berangkat jeefnya.

    BalasHapus
  5. Bisa dong bro, tunggu sampai 13 orang dalam 1 rombongan. Baru berangkat jeefnya.

    BalasHapus
  6. bang, pasar tumpang itu tempat apa? semcam pasar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Desa bro, tapi homestay dan tempat turun naik jeef menuju TNBTS ada di dekat Pasar Tumpang

      Hapus
  7. Kalau pergi tanpa pakai open trip bisa ? Karena rencananya cuma pergi berdua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting teman perjalanannya sudah memiliki pengalaman mendaki ke Semeru ya :)

      Hapus
  8. Halo salam kenal. Kira2 bulan yg pas untuk mendaki semeru bulan apa ya kak? Dan carrier ukuran berapa ya yg pas untuk ke semeru. Saya pemula dan ingin mencoba semeru diawal. Semoga berhasil he..

    BalasHapus