Jumat, 08 April 2016

Pendakian Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede dan Gunung Pangrango terletak di Jawa Barat, tepatnya di dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), yang didirikan pada tanggal 6 Maret 1980 dengan luas areal 15.196 ha. Puncak-puncaknya dapat terlihat dari Cibodas, Cianjur dan Sukabumi. Gunung Pangrango memiliki ketinggian 3.019 mdpl sementara gunung Gede memiliki ketinggian 2.958 mdpl. Gunung Pangrango berbentuk segitiga runcing dan merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Sedangkan gunung Gede yang merupakan gunung berjenis strato, berbentuk kubah dan merupakan gunung berapi yang masih aktif.

Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP)
Gunung Gede-Pangrango termasuk gunung yang sering didaki, karena akses transportasi yang mudah serta dekat dengan Jakarta dan Bandung. Gunung Gede-Pangrango dapat dicapai melalui jalur Cibodas, Gunung Putri (Sukatani-Cipanas) serta dari Selabintana dari Sukabumi. Jalur pendakian dari Cibodas adalah jalur yang paling populer, dan jalur Gunung Putri adalah jalur terdekat ke gunung Gede, sementara jalur Salabintana merupakan jalur terpanjang dan tersulit. Bagi pendaki diusahakan agar tidak melewati jalur ini karena rawan longsor.
 
Ane dan tim ane melakukan pendakian pada tanggal 18-19 April 2015. Kebetulan ketika itu ane dan tim ane melalui jalur Cibodas. Jadi pada kesempatan kali ini ane akan sedikit menceritakan jalur yang ane dan tim ane lalui,yakni jalur Cibodas. Perjalanan dimulai melalui sebelah pintu gerbang Kebon Raya Cibodas (1.425 mdpl), dengan mengikuti jalan di samping lapangan golf, dan kemudian kita belok ke kiri, sedikit mendaki dan sampai di Kantor Resort TNGP Cibodas yang merupakan gerbang TNGP, dimana kita mendaftar dan membayar tiket masuk. Saat ini kita juga bisa mendaftar via online untuk mendaki gunung Gede-Pangrango. Setelah proses simaksi/pendaftaran selesai, kemuadian kita mengikuti jalan setapak yang sudah diperkeras, dan disepanjang perjalanan dipenuhi rambu dan pal kilometer yang memudahkan perjalanan. Kita menuju Kandang Badak dan melalui hutan tropika yang indah.

Berdoa sebelum memulai pendakian




Kira-kira 1.5 km dari gerbang, kita akan dapati sebuah danau kecil yang dinamakan Telaga Biru (1.500 mdpl). Kemudian kami lanjutkan pendakian dimana selanjutnya kita akan melintasi area curug atau air terjun Cibeureum (1.675 mdpl). Waktu tempuh dari gerbang sampai ke curug cibeureum sekitar 75 menit. Curug Cibeureum memiliki tinggi sekitar 40-50 meter, terdiri dari air terjun utama (Curug Cidendeng), juga ada dua curug yang lebih kecil (Curug Cikundul dan Curug Ciwalen). Air terjun ini juga  menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi  di kawasan TNGP.

Air Terjun Cibeureum


Selanjutnya kita sampai di Batu Kukus (1.820 mdpl), dimana dapat kita jumpai sebuah pondok untuk berteduh. Kemudian kira-kira 3 jam perjalanan dari gerbang kita akan menjumpai air panas yang berasal dari sumber dekat kawah Gunung Gede, dimana suhu air bisa mencapai 50 derajat celcius. Perjalanan kira-kira 4 jam dari gerbang kita akan sampai di Kandang Batu (2.220 mdpl). Ditempat ini banyak dijumpai batu yang berasal dari letusan Gunung Gede. Disini juga dapat dijumpai sebuah sumber air, juga tanah datar dimana kita bisa mendirikan tenda.

Setelah 5 jam perjalanan dari gerbang, kita akan sampai di Kandang Badak (2.395 mdpl), dimana terdapat jalan bercabang, yang ke kiri menuju Puncak Gede (2 km lagi, 2 jam perjalanan), sedangkan yang ke kanan menuju ke puncak Pangrango (3 km lagi, 3 jam perjalanan). Di Kandang Badak juga terdapat sumber air dan kita dapat berkemah. Kandang Badak berupa dataran yang terletak pada punggungan yang menghubungkan Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Disini kita bisa menginap di shelter yang sudah bagus.


Shelter Kandang Badak

Dalam perjalanan ke Gunung Gede dari Kandang Badak, pada ketinggian 2.475 mdpl akan kita jumpai persimpangan ke kiri menuju kawah Gunung Gede. Kawah Lanang akan kita jumpai disisi kiri jalan setapak ini, sementara Kawah Ratu (2.750 mdpl) dan Kawah Wadon di sebelah kanan.

Mendekati puncak Gunung Gede pepohonan semakin berkurang, kemudian hanya lahan gersang yang belum ada tumbuhan, hal ini diakibatkan kegiatan kawah berapi Gunung Gede yang seringkali mengeluarkan gas belerang. Sampai di puncak Gunung Gede kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah karena kita bisa melihat kawah-kawah di sekitar puncak, Gunung Pangrango serta pemandangan kota-kota, gunung-gunung di Jawa Barat, dan Selat Sunda dikaki-kaki langit. Jika cuaca sedang cerah kita juga dapat melihat puncak Gunung Ciremai di kejauhan.
 
Perjalanan normal untuk sampai ke puncak Gunung Gede dari gerbang adalah sekitar 6-7 jam, namun saat itu ane dan tim ane memerlukan waktu tempuh 8 jam lebih sedikit hehe, maklum tim ane didominasi oleh pendaki pemula ditambah satu orang perempuan. Selain itu, mendaki santai dan tidak terburu-buru memang itu tujuan kami. Yang terpenting bisa kembali pulang ke rumah dengan selamat, itulah yang menjadi prioritas utama kami. Pukul 16.30 WIB kami sampai di puncak Gunung Gede dan segera mencari tempat untuk mendirikan tenda. Sambil menunggu sunset, kami mendirikan tenda sambil beristirahat terlebih dahulu. Pukul 17.20 WIB kami pun bergegas menuju puncak tertinggi Gunung Gede dan mencari tempat terbaik untuk bisa menikmati indahnya panorama sunset.  Subhanallah, semua lelah, keringat, dan perjuangan kami pun terbayar dengan keindahan yang ada di depan mata.


Sunset di puncak Gunung Gede pukul 17.30 WIB

Sunset di puncak Gunung Gede pukul 18.00 WIB






Setelah puas menkmati panorama matahari terbenam, kami memutuskan untuk kembali ke dalam tenda yang sebelumnya sudah kami dirikan untuk ishoma. Luar biasa sekali rasanya, bisa bermalam di puncak Gunung Gede ini dengan panoramanya yang aduhai. Malam itu kita habiskan untuk beristirhat penuh dan mempersiapkan diri untuk bangun esok subuh untuk kembali menikmati panorama matahari terbit. Jujur saja tidur kami tidak begitu pulas, karena suhu dingin di puncak Gunung Gede. Padahal kami sudah membungkus seluruh tubuh kami seperti lemper namun suhu dinginnya tetap bisa mengalahkan kami.

Subuh pun tiba dan kami sudah bangun untuk sholat dan setelah itu mempersiapkan diri untuk melihat sunrise. Setelah minum segelas susu untuk sekedar menghangatkan kondisi tubuh, kami pun bergegas untuk keluar dari tenda dan segera mencari tempat terbaik untuk menikmati proses matahari terbit.

Subhanallah, sekali lagi kami dimanjakan oleh salah satu keindahan ciptaan Tuhan. Betapa beruntungnya kami bisa menikmati keindahan yang tiada duanya ini. Benar-benar momen yang sangat langka bagi kami. Baru kemarin sore kami dimanjakan oleh indahnya panorama matahari terbenam, sekarang di pagi ini kami kembali dimanjakan oleh indahnya panorama matahari terbit. Kami bersyukur kepada Allah SWT, karena kami diberi kesempatan untuk menikmati semua ini.



Sunrise Gunung Gede pukul 05.45 WIB

Sunrise Gunung Gede pukul 06.15 WIB
Rasanya tidak ingin pulang jika sudah ada disini. Dengan segala keindahan yang di tampakkan di depan mata, seolah menyadarkan kita, jika kita tak lebih dari hamba nya yang begitu hina. Sudah diberi kesempatan untuk menikmati semua keindahan ini saja sudah cukup bagi kami untuk selayaknya senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya.

Matahari semakin tinggi menandakan pergantian hari yang terjadi. Begitu ramai para pendaki yang juga menikmati panorama pagi ini. Perut kami pun sepertinya sudah mengisyaratkan ingin segera diisi. Ada yang unik, entah secara kebetulan atau tidak tenyata di puncak gunung begitu ramai oleh para pedagang yang menjajakan sarapan seperti nasi uduk. Mereka semua seakan mengerti jika perut kami telah keroncongan tapi di sisi lain kaki kami tidak rela untuk segera beranjak dari sini menuju tenda. Kami semua pun memutuskan untuk membeli sarapan di pedagang tersebut. Pedagang-pedagang tersebut, sepertinya warga desa yang ada di kaki Gunung Gede, yang mungkin sudah mendaki sejak pagi dinihari sambil menenteng barang dagangannya. Alhamdulillah setelah sarapan dan puas berfoto, kami bergegas kembali menuju tenda untuk mengemas barang-barang dan segera turun gunung.


Sarapan Pagi di Puncak Gunung Gede dihadapan Gunung Pangrango
Setelah semua barang sudah tersusun rapi di dalam carrier, kami pun bergegas untuk turun dari puncak. Pejalanan turun kami kali ini berbeda dengan rute ketika kami naik kemarin. Jika Kami kemarin naik melalui jalur Cibodas, kali ini sebaliknya kami turun melalui jalur Gunung Putri. Jalur ini adalah jalur tercepat untuk naik atau turun gunung dengan treknya yang terjal. Namun trek seperti ini sangat cocok ketika kita turun gunung.

Dari puncak Gunung Gede kita turun ke arah Tenggara kira-kira 1 jam perjalanan, kita akan tiba di Alun-alun Surya Kencana (2.800 mdpl), yakni dataran seluas 50 Ha yang terletak diantara Gunung Gede dan Gunung Gumuruh, yang sebagian besar dataran ditutupi oleh bunga Edelweis Jawa. Tempat ini sangat disukai oleh para pendaki sebagai tempat berkemah. Pada musim hujan, disini terdapat sumber mata air.

Alun-alun Surya Kencana

Dari Alun-alun Surya Kencana kita dapat meneruskan perjalanan turun ke arah kiri (Utara) menuju Pos Gunung Putri di Cianjur atau ke arah kanan (Selatan) menuju Selabintana di Sukabumi. Jalur Gunung Putri didominasi oleh trek terjal yang cocok untuk perjalanan turun, namun tetap diperlukan kewaspadaan. Jalur Gunung Putri berupa kawasan hutan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon besar. Kita akan menjumpai sebuah pondok di Simpang Maleber (2.625 mdpl). Jalur mulai curam saat kita tiba di Simpang Maleber sampai dengan di pos berikutnya yaitu Lawang Saketeng (2.500 mdpl). Pos berikutnya adalah Buntut Lutung (2.300 mdpl) dan Legok Lenca (2.150 mdpl). Pos berikutnya kita akan menjumpai pos Tanah Merah (1.850 mdpl), disini terdapat Pos Penerangan Taman Nasional Gede-Pangrango yang sudah tidak terpakai lagi. Selanjutnya kita menuju pos terakhir Pos Gunung Putri, dimana nanti kita akan melewati hutan pinus yang dikelola oleh KPH PERHUTANI Cianjur dan juga area perladangan. Akhirnya kami sampai juga di pos terakhir, pos Gunung Putri dan melaporkan simaksi sebelum akhirnya kita bisa pulang menuju ke rumah. Waktu tempuh dari puncak sampai pos Gunung Putri sekitar 4-5 jam, tergantung bagaimana kondisi kita selama diperjalanan.

Sekian sedikit dari pengalaman yang bisa ane bagikan, semoga artikel ini dapat membantu buat kalian yang ingin mendaki ke Gunung Gede-Pangrango. 

"Jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali  waktu, jangan membakar apapun kecuali semangat". -instagunung

*Bonus, sedikit galeri foto-foto ane sama tim ane waktu di Gunung Gede hehehe.... :p


 








See you next trip, salam lestari!!! 
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar